Beranda Berita Utama

Buang 20 Poin di Lap Terakhir

TUMBANG: Dari kiri ke kanan, foto Marc Marquez dan Valentino Rossi tumbang di sirkuit Le Mans, Prancis,
kemarin (21/5).

LE MANS–Seorang bocah pendukung Valentino Rossi menangis sejadi-jadinya di grand stand Sirkuit Le Mans kemarin (21/5).

Tangisnya pecah saat sang idola terseret keluar lintasan di lap terakhir balapan GP Prancis. Posisi runner-up dengan 20 poin yang sudah di tangan, bahkan peluang menang yang masih mungkin dikejar, raib begitu saja.

Memulai balapan dari posisi kedua sudah menjadi sinyal kuat bahwa The Doctor punya peluang memenangi balapan di Le Mans. Jarang sekali Rossi mendapatkan start di baris terdepan. Meski sering start di posisi belakang, konsistensi Rossi sudah terbukti dengan selalu finis di podium pada empat balapan pembuka musim ini. Konsistensi itu pula yang mengantarnya memimpin klasemen pembalap sebelum lomba di Prancis berlangsung.

Dalam lomba, dua rider tim utama Yamaha, Rossi dan Maverick Vinales memilih kombinasi ban medium- medium. Mengingat suhu udara yang dingin, pilihan itu sangat moderat untuk balapan sepanjang 28 lap. Pilihan ban yang sama juga digunakan rival mereka di Repsol Honda Marc Marquez. Sedangkan pilihan ban yang sangat agresif ditunjukkan rider Tech3 Yamaha Johann Zarco dengan kombinasi soft-soft. Zarco memulai lomba dari posisi ketiga.

Tentu dengan pilihan ban medium-medium Rossi berharap bisa agresif dan menyerang di bagian akhir lomba. Strategi tersebut tampak jelas ketika di awal lomba pembalap 38 tahun tersebut sama sekali tidak terburu-buru memaksakan untuk bisa merangsek ke depan.

Zarco dengan pilihan ban paling lunak dengan mudah memimpin lomba sejak dari awal lomba. Dia menyalip Marquez dan kemudian Vinales untuk mengamankan posisi terdepan. Di Lap 5 Zarco sudah memimpin dengan keunggulan meyakinkan 0,5 detik di depan Vinales. Situasi tersebut disadari oleh semua rider top. Untuk itu mereka hanya perlu menunggu momen dimana ban Zarco yang lunak itu akan habis.

Benar saja, dua lap berikutnya, Vinales menyalip Zarco dari sisi dalam Dunlop Chicane. Zarco sama sekali tak memberikan perlawanan. Pada momen tersebut Rossi tetap menunjukkan kualitasnya sebagai juara dunia. Dia tetap tenang dan sabar untuk tidak membalap dengan agresif. Tujuannya satu, menyerang di akhir lomba.

Posisi Yamaha 1-2-3, bertahan lama. Tapi, Rossi yang menghemat bannya justru semakin didekati Marquez di posisi keempat. Jarak keduanya semakin menyempit. Tapi, sebelum keduanya terlibat perebutan posisi ketiga Marquez terjatuh di tikungan 3 saat balapan hanya menyisakan 10 lap lagi. Ancaman bagi Rossi hilang.

Sementara itu, Zarco yang berusaha untuk mempertahankan posisi keduanya mulai kehabisan ban. Kecepatannya terus menurun lap demi lap. Sebaliknya, Rossi yang menahan diri dari awal lomba mulai agresif. Tanpa harus melewati pertarungan dengan Marquez, jelas ban Rossi masih lebih fresh dari Zarco.

Pada lap 23, atau lima lap jelang finis, Rossi berhasil melibas Zarco dari sisi dalam Dunlop Chincane. Itu tikungan yang sama dimana Vinales menyalip Zarco 16 lap sebelumnya. Dengan lima lap tersisa, dan jarak yang hanya 0,7 detik, berikutnya Rossi sepertinya bisa menyalip Vinales.

Rossi mampu mengepras jaraknya dengan Vinales dari 0,7 menjadi 0,5 detik. Kemudian 0,3, menjadi 0,2 detik. Rossi pun berhasil menyalip Vinales di tikungan 3 saat balapan menyisakan tiga putaran lagi.
Vinales dengan sisa-sisa ban yang sudah habis tak mau menyerah. Dia sempat kehilangan kendali di tikungan 9 dan menyeberang lintasan.

Memasuki lap terakhir Rossi memimpin 0,4 detik di depan Vinales. Namun, karena melebar pada tikungan 8, Vinales berhasil menyalip Rossi. Bencana bagi The Doctor datang setelah itu. Dia ngotot mengejar meski bannya sudah hancur. Akibatnya, di dua tikungan terakhir dia kehilangan kendali dan mengalami low side. Motornya terseret keluar lintasan. Meski sudah berusaha mendorong motornya, Rossi gagal finis. Vinales menang disusul Zarco di posisi kedua dan Pedrosa di podium terakhir.

”Aku katakan aku harus bisa sempurna sektor satu, dan mencoba untuk menyerang Vale di tikungan terakhir. Tapi setelah dia melebar di tikungan 8 aku menggeber motorku 200 persen,” ucap Vinales dikutip Crash tentang kunci kemenangannya.

Kemenangan itu mengantarkan Vinales ke puncak klasemen pembalap dengan 85 poin. Sebaliknya, Rossi terlempar ke urutan ketiga. Selain Vinales, Dani Pedrosa (Repsol Honda) ikut menggusur The Doctor yang gagal finis. Pedrosa mengoleksi 68 poin, sedangkan Rossi 62 angka.(cak/ang)

 

Baca Juga