Beranda Berita Utama

KH Muhamad Mustofa, Anak Pahlawan, Pimpin MUI Kota Bogor Kembalikan Marwah Bogor dalam Keberagaman

BERBAGI

 

Keberadaan Mejelis Ulama Indonesia (MUI) di Kota Bogor memiliki sejarah panjang. Kemarin (17/5) sejarah baru kembali tercatat. Bertempat di Pusat Pengembangan dan Pengkajian Islam Bogor (PPIB), bilangan Pajajaran, KH Muhammad Mustofa terpilih sebagai ketua baru MUI Kota Hujan.Wajah nya pun terlihat segar.
Suaranya masih lantang saat membaca kitab suci. Pria murah senyum ini juga masih aktif mengurus para santri. Itulah sosok KH Muhammad Mustofa, tokoh sentral yang akan memimpin MUI Kota Bogor selama lima tahun ke depan.
Ustaz Toto mendapat suara mayoritas dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 MUI Kota Bogor, kemarin.
Musda turut dihadiri 75 pengurus MUI pusat dan MUI perwakilan dari 68 kelurahan se-Kota Hujan. Kepada Radar Bogor, dia mengungkapkan keinginannya bersama ulama dan warga untuk mengembalikan marwah Bogor dengan kebera- gamaan Islam-nya. “Seperti auliyah, seperti negeri 700 tahun lalu,” ucapnya.
Kiai lulusan Islamic Studies and Language Prancis Yordania University itu juga menyinggung akan bahayanya paham radikalisme. Paham ini, kata dia, bukan cerminan karakter Islam dan bangsa Indonesia. “Mari bahu-membahu mem- bekali kader falsafah Islam, pendidikan Islam. Sehingga dapat menjadi Islam yang moderat,” tuturnya.
Selama memimpin nanti, Pimpinan Yayasan Al-Ghazaly Bogor ini mengajak para ulama
Wajah nya pun terlihat segar.

Suaranya masih lantang saat membaca kitab suci. Pria murah senyum ini juga masih aktif mengurus para santri. Itulah sosok KH Muhammad Mustofa, tokoh sentral yang akan memimpin MUI Kota Bogor selama lima tahun ke depan.

Ustaz Toto mendapat suara mayoritas dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 MUI Kota Bogor, kemarin.

Musda turut dihadiri 75 pengurus MUI pusat dan MUI perwakilan dari 68 kelurahan se-Kota Hujan. Kepada Radar Bogor, dia mengungkapkan keinginannya bersama ulama dan warga untuk mengembalikan marwah Bogor dengan kebera- gamaan Islam-nya. “Seperti auliyah, seperti negeri 700 tahun lalu,” ucapnya.

Kiai lulusan Islamic Studies and Language Prancis Yordania University itu juga menyinggung akan bahayanya paham radikalisme. Paham ini, kata dia, bukan cerminan karakter Islam dan bangsa Indonesia. “Mari bahu-membahu mem- bekali kader falsafah Islam, pendidikan Islam. Sehingga dapat menjadi Islam yang moderat,” tuturnya.

Selama memimpin nanti, Pimpinan Yayasan Al-Ghazaly Bogor ini mengajak para ulama untuk berperan dalam ukhuwah islamiah. Dan, di Kota Hujan perlu didorong agar tercipta kondusivitas keberagaman, khususnya hubungan dalam beragama.

“Kerukunan umat beragama adalah wujud kedamaian. Sekali lagi saya mohon doanya,”ucap dia.

Sudah bukan hal baru lagi, sejumlah fatwa MUI menjadi pro dan kontra di masyarakat. Menurut dia, itu adalah dinamika. Sejak awal Islam sudah mendukung kebebasan berpendapat. Bahkan melampaui demokrasi.
Hanya, kemerdekaan berpendapat memiliki kriteria yakni tidak boleh asbun, asal bunyi dan asal mangap. “Jadi, kita tidak boleh memaksakan pendapat kita pada orang lain,” bebernya.

Ustaz Toto juga menegaskan, ulama di MUI tidak boleh terjun ke politik praktis. Melainkan di high politic (isu-isu yang berkaitan dengan keberlangsungan hidup negara) yang mampu mengayomi dan mengarahkan umat.

“Jika di praktis akan kehilangan marwah ulamanya,” pungkasnya.

Terpilihnya Ustaz Toto sebagai Ketua MUI Kota Bogor menggantikan KH Adam Ibrahim, mengingatkan kita akan sosok KH Abdullah bin Nuh yang juga ayahnya. KH Abdullah bin Nuh dipandang sebagai ulama, pejuang, cendekiawan, sastrawan, yang memiliki pengaruh besar di zamannya. Mama begitu KH Abdullah Bin Nuh disapa para santrinya juga merupakan salah satu calon pahlawan nasional asal Bogor dan Cianjur.

Ia juga diketahui sebagai salah satu perintis Radio Republik Indonesia (RRI). Selain itu, KH Abdullah bin Nuh juga merupakan diplomat ulung yang menguasai enam bahasa berbeda, yakni Indonesia, Arab, Belanda, Inggris, Prancis, dan Jepang.

Sementara itu, KH Adam Ibrahim, ketua MUI Kota Bogor yang sudah 11 tahun menjabat, berpesan agar pergantiannya tidak menyurutkan semangat umat. Dia pun siap memberi masukan untuk pengurus MUI baru agar lebih baik. Menurut dia, kegiatan MUI di Bogor sangat luar biasa dan penuh rasa mujahid yang tinggi. “Dengan terbuka saya menyerahkan posisi ketua MUI kepada Kiai Toto untuk diteruskan semoga lebih baik,” katanya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor Ade Syarmili juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Ustaz Toto yang diberikan amanah sebagai nakhoda para ulama dan umara. “Semoga amanah ini menjadi batu lompatan, menjadi daya dorong bagi masyarakat Kota Bogor,” ucapnya.(*/c)

 

Komentar Anda

Baca Juga