Beranda Metropolis

Warga Tinggal dalam Ancaman Bahaya

BERBAGI
LONGSOR: Warga RT 03/04, Kelurahan Pasirjaya, waswas akan ancaman longsor yang menimpa wilayahnya.

BOGOR– Warga RT 03/04 Kelurahan Pasirjaya terpaksa harus tinggal di bawah ancaman bahaya. Pasalnya, rumah milik mereka bisa kapan saja ambruk akibat tembok pembatas tebing (TPT) yang sudah rapuh. Apalagi, satu di antara delapan rumah yang berjejer di pinggiran Sungai Cikaret itu sempat dua kali longsor karena kualitas TPT yang buruk.

Rumah tersebut milik Erus Rusnandi (57). Meski rumahnya terlihat bagus dari depan, tapi rupanya, di bagian belakang rumah hanya tebingan tanah yang tertutup terpal bekas longsor. Erus menyebutkan, rumah yang dibelinya akhir tahun lalu ini sempat terkena longsor pada musim penghujan Februari lalu.

Padahal, menurutnya, rumah yang kini dihuni bersama istri dan anak lelakinya itu sempat longsor di pertengahan 2016. “Sebelum longsor terakhir ini ke belakangnya masih luas. Saat longsor dapur ikut hancur,” ujarnya kepada Radar Bogor kemarin (16/5).

Dia pun harus siap siaga ketika hujan datang. Sebab, setelah terjadi longsor, hingga kini bagian belakang rumahnya belum diperbaiki. Apalagi, rumah yang berada di atas tebingan sekitar 15 meter itu sewaktu-waktu bisa saja kembali longsor jika hujan deras ataupun gempa bumi. “Ngeri sebenarnya tinggal di sini. Antisipasinya, kosongkan ruangan belakang kalau sedang hujan,” ucapnya.

Nasib serupa juga dialami tetangganya, Enay (52). Terlihat lubang sekitar 3 x 1 meter di bagian fondasi belakang rumahnya, yang menandakan bagian dasar rumahnya telah rapuh. Kini, Enay yang hanya tinggal bersama cucunya itu hanya bisa menunggu bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk segera memperbaiki kondisi rumahnya.

Ketua RW 04 Kelurahan Pasirjaya Predi Haryadi mengatakan, TPT yang membatasi sekitar delapan rumah dari Sungai Cikaret itu memang belum lama dibangun. Data yang dia miliki, pembangunan dilakukan sekitar tujuh tahun yang lalu. “Pembangunannya sekitar 2010, tapi sudah ambrol. Bahaya, soalnya di situ kalau lagi hujan air kalinya meluap,” keluhnya.

Pihak RW, kata dia, sudah mengajukan perbaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Kelurahan Pasirjaya. Perbaikan untuk menyelamatkan TPT yang menelan dana sekitar Rp1 miliar tersebut. “Dari kelurahan terutama dari LPM sudah merespons bagus, dan diajukan dulu ke dinas katanya. Tapi, sampai sekarang belum ada kabar lagi, kejadiannya sekitar sebulan lalu,” ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono, sepakat bahwa Pemkot Bogor harus segera memperbaiki TPT tersebut. Menurut dia, pemkot harus mengambil langkah cepat dengan menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT).(cr3/c)

 

Komentar Anda

Baca Juga