Beranda Metropolis

Cucurak ala Tahun 70-an

BERBAGI

 

BOGOR–Tidak afdal rasanya jika melewati bulan Ramadan di Bogor tanpa melakukan tradisi cucurak (makan bersama). Namun, melakukan cucurak hanya sekadar makan bersama keluarga dan teman-teman sudah terlalu jamak. Itulah yang membuat para pengusaha salon di Bogor menggagas cucurak ala tahun 1970-an. Yakni, busana yang digunakan harus bergaya 70-an.

Ketua Komunitas Pengusaha Salon se-Kota/Kabupaten Bogor, Dewi Nurmala menjelaskan, cucurak must go on jadi tema yang diangkat. Kegiatan ini perdana dilakukan oleh komunitas mereka. “Ide tema busana 70-an ini dari teman- teman. Tadinya mau pakai kebaya, tapi untuk yang cowok pada enggak mau pakai beskap, akhirnya jadi 70-an. Nanti juga ada best costume di akhir acara,” ujar Dewi di sela-sela cucurak, kemarin (16/5).

Agar terasa nuansa 70-an, masing-masing anggota mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Mulai dari baju, dandanan hingga aksesori khas 70-an. “Pada ngubek-ngubek lemari, rambut disasak, pakai kacamata jengkol, celana cutbray, warna- warna yang ngejreng, polkadot juga kulot itu khas 70-an,” kata dia lagi.

Dewi mengatakan, selain baju yang juga khas digunakan, soal menu cucurak pun tak kalah khas. Ada nasi liwet juga sambel cigorowong. Menambah semarak suasana, deretan games pun menjadi agenda. Serta tak kalah meriah ditutup dengan tukar kado yang nominal harganya maksimal Rp20 ribu.

“Motivasinya agar kami lebih dekat, meski sesama pengusaha salon tapi tidak saling sikut- sikutan. Ada yang banyak job- nya, dibagi-bagi sama yang sepi. Bukan kurang rezekinya malah nambah,” tukasnya.

Lebih lanjut Dewi menam- bahkan, tradisi cucurak ini akan menjadi agenda rutin di tahun- tahun berikutnya. Dewi pribadi mengaku amat antusias menjelang cucurak tema 70-an ini. “Kami bentuk panitia, di- kemas acaranya seperti apa, tugas bareng-bareng. Persiapan hampir satu bulan, sempat tiga kali berubah waktu, karena banyak yang enggak bisa hadir, kalau semuanya bisa 100-an,” tandasnya.(wil/c)

Baca Juga