Beranda Berita Utama

Rudal Korut Meluncur ke Rusia

BERBAGI

SEOUL–Korea Utara (Korut) kembali mengujicobakan rudal balistiknya. Kali ini, tampaknya, Pyongyang berniat melibatkan Rusia dalam ketegangan di Semenanjung Korea. Kemarin (14/5) rudal yang melesat dari sebelah barat laut Kota Kusong itu jatuh sekitar 500 kilometer dari perbatasan Rusia.

Uji coba rudal pertama sejak Presiden Moon Jae-in menjadi pemimpin Korea Selatan (Korsel) tersebut menuai kecaman dari berbagai negara. Terutama Amerika Serikat (AS). ’’Marilah kita anggap provokasi terbaru itu sebagai ajakan bagi seluruh negara untuk mempertegas sanksi bagi Korut,’’ demikian bunyi pernyataan resmi Gedung Putih menanggapi uji coba rudal balistik Korut.

Presiden Donald Trump, menurut jubir Gedung Putih, geram mendengar uji coba tersebut. ’’Melihat lokasi jatuhnya rudal yang sangat dekat dengan wilayah Rusia, Presiden Trump tidak bisa mem- bayangkan reaksi Rusia yang pastinya tidak akan senang dengan semua itu,’’ katanya. Melesat selama 23 menit, rudal balistik tersebut terbang sejauh 700 kilometer ke arah perbatasan Rusia.

Tak lama setelah kabar tentang peluncuran rudal balistik itu tersebar ke seluruh penjuru dunia, AS segera mengontak Korsel dan Jepang. H.R. McMaster, penasihat keamanan nasional Trump, berbicara via telepon dengan sejawatnya di Seoul dan Tokyo. Menurut Gedung Putih, dua negara sekutu AS di Asia tersebut juga mengutuk Korut.

’’AS dan Korsel sedang menggali lebih banyak informasi tentang rudal itu,’’ ungkap Seoul.

Di luar dugaan, Rusia yang disebut AS akan berang dengan uji coba rudal balistik Korut kali ini justru tenang-tenang saja. ’’Rudal balistik tersebut sama sekali bukanlah ancaman bagi Federasi Rusia,’’ kata jubir Kementerian Luar Negeri Rusia saat membacakan keterangan resmi pemerintah. Kremlin menyatakan, sistem pertahanan antirudal Rusia sudah mendeteksi rudal balistik itu sebelum akhirnya jatuh di Laut Jepang.

Rudal balistik yang ditembakkan sekitar pukul 05.30 waktu setempat tersebut memang mengarah ke perbatasan Rusia. Tapi, rudal Korut itu jatuh di Laut Jepang alias Laut Timur seperti uji coba sebelumnya. Karena itu, Rusia tidak merasa menjadi sasaran tembak dan menganggapnya sebagai ancaman.

Sementara itu, Yang Moo-jin, pakar tentang Korut di University of North Korean Studies Korsel, menyebut uji coba rudal balistik itu sebagai ujian bagi Moon. ’’Sepertinya, Korut sengaja mengetes Moon dan kebijakan pro-Korutnya,’’ ungkapnya.(AFP/Reuters/ hep/c22/sof )

Baca Juga