Beranda Berita Utama

Jamin Soal USBN tak Bocor

BERBAGI

BOGOR–Hari ini, sebanyak 117.163 pelajar sekolah dasar di Bogor melaksanakan ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Ada yang berbeda dari ujian tingkat sekolah dasar tahun ini. Ya, penggandaan soal kali ini diserahkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Di Kota Bogor, penggandaan soal dilakukan di SDN Kedung Badak 4, Sabtu lalu (13/5). Dinas Pendidikan Kota Bogor menggunakan alat bantu Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham).

Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Bogor Maman Suherman mengatakan, sejak ada dasar hukum prosedur operasional (POS) yang diterbitkan Balitbang Depdiknas, penggandaan soal UASBN dikelola sekolah.

“Tahun ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya. Ang- garannya menggunakan dana BOS (biaya operasional sekolah), sehingga menjadi tanggung jawab sekolah untuk penggandaan soal hingga cetak,” ujar Maman kepada Radar Bogor.

Maman menjelaskan, masing-masing daerah seIndonesia berbeda-beda. Beruntungnya, Kota Bogor memiliki koneksi ke Kementerian Hukum dan HAM yang bisa meminjamkan sejumlah alat copy dengan kecepatan maksimal dibanding mesin copy lainnya.

“Sebanyak 30 lebih alat tersebar ke sejumlah gugus. Kami mulai sejak jam 5 pagi karena master soalnya baru dikirim oleh pusat subuh tadi (Sabtu 13/5),” tambahnya.

Meski sangat riskan terjadi kebocoran soal, katanya, untuk di Kota Bogor banyak masyarakat yang membantu mengawasi penggandaan soal tersebut. Seperti melibatkan polisi, dosen, mahasiswa Universitas Pakuan, sejumlah staf Dinas Pendidikan, serta pengawas yang menyaksikan semua proses penggandaan.

“Masing-masing gugus ada yang menjaga dan sangat ketat prosesnya. Setelah ter-copy dari mesin, langsung di-pack oleh petugas masing-masing gugus dan dilem. Setelah selesai langsung dibawa ke tempat yang telah disediakan,” jelas Maman.

Selanjutnya, sambung Maman, soal diantar oleh gugus, maha- siswa dan pengawas. Tempat itu lalu disegel dan ditandatangani pengantar dan dijaga petugas piket setiap harinya.

Untuk biaya, Maman mengaku, masing-masing sekolah menggunakan dana yang ada pada BOS dengan jumlah Rp19.500 per siswa yang digunakan untuk biaya listrik dan sewa alat dengan harga yang murah.

Maman berharap, tahun ajaran depan, pemerintah bisa menganggarkan dana untuk pengadaan mesin. “Syukur- syukur bisa satu kecamatan satu alat, jadi enam alat. Lebih syukur lagi kalau masing-masing gugus punya,” harapnya.

Maman menuturkan, USBN hari ini diikuti 17.185 peserta didik, 1.795 di antaranya pelajar madrasah ibtidaiyah (MI). Dia berharap pelaksanaan USBN berjalan lancar.
Sementara itu, di Kabupaten Bogor, jumlah peserta didik yang mengikuti ujian sebanyak 99.987 terbagi menjadi dua. Sebanyak 81.074 peserta SD reguler dan sebanyak 18.904 merupakan siswa MI.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SD Disdik Kabupaten Bogor Ade Suryana mengatakan, di Kabupaten Bogor, penggandaan soal ujian dilakukan dengan cara lelang oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui ULP yang bersumber dari dana APBD.

“Naskah dan lembar jawaban sudah ada di posisi kantor UPT sebagai sub ayon penyelenggara. Semua kegiatan pendistribusian dan sebagainya dikoordinasikan dengan Kemenag dan pengawalan polisi dari mulai loading di percetakan hingga di titik bongkar SKB Karadenan Bogor,” bebernya.(ran/c)

 

Baca Juga