Beranda Female

Ada yang Wajib atau Dianjurkan

IMBAUAN pemerintah untuk melengkapi imunisasi si kecil patut dijalani. Pasalnya, dengan adanya sistem imun yang kuat, si kecil dapat terhindar dari cacat, serangan penyakit, maupun kematian. Menurut dr Widodo Darmowandowo SpA(K), dokter spesialis anak RSU dr Soetomo Surabaya, ada imunisasi yang wajib dan dianjurkan untuk diberikan pada si kecil. Untuk imunisasi yang wajib diberikan di antaranya polio, DPT, BCG, campak, dan hepatitis B. Jenis imunisasi yang dianjurkan untuk diberikan adalah MMR, hepatitis A, cacar, serta tifoid. Berikut penjelasannya.
Imunisasi Polio

Imunisasi ini memberi kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis. Penyakit ini biasanya menyebabkan nyeri otot dan kelumpuhan pada lengan atau tungkai. Selain itu, juga bisa melumpuhkan otot pernapasan, yang kemudian menyebabkan kematian.

Biasanya, imunisasi polio ditujukan pada anak di usia 0-4 bulan, diberikan sebanyak 4 kali (polio I, II, III, dan IV). Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian pada saat masuk SD (usia 5–6 tahun), dan pada saat meninggalkan SD (usia 12 tahun).

Imunisasi DPT

Imunisasi DPT adalah suatu vaksin three in one yang melindungi diri terhadap difteri, pertusis, dan tetanus. Difteri adalah penyakit yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Sementara pertusis (batuk rejan, Red) adalah infeksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Dan, tetanus adalah penyakit yang menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang.

Pemberiannya dilakukan dengan menyuntikkan vaksin pada otot lengan atau paha. Diberikan sebanyak 3 kali, yakni pada umur 2 bulan (DPT I), 3 bulan (DPT II), dan 4 bulan (DPT III). Dengan catatan, selang waktunya tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulang diberikan setahun setelah DPT III pada usia prasekolah (5–6 tahun). Akan tetapi, bila anak alergi terhadap vaksin pertusis, sebaiknya diberikan vaksin DT.

Imunisasi BCG

Vaksinasi BCG memberi kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC). Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan. BCG diberikan sekali sebelum anak berumur 2 bulan.

Imunisasi Campak

Imunisasi campak yang diberikan sebanyak dua kali ini ditujukan untuk memberi kekebalan terhadap penyakit campak. Pertama, di usia 9 bulan atau lebih, selanjutnya di rentang usia 5–7 tahun. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi enam bulan kemudian. Vaksin disuntikkan secara langsung di bawah kulit (subkutan).

Imunisasi Hepatitis B (HBV) Hepatitis B adalah infeksi yang

menyebabkan kanker hati. Imunisasi HBV memberi kekebalan terhadap hepatitis B. Imunisasi ini diberikan sebanyak empat kali. Antara suntikan HBV 1 dengan HBV 2 diberikan dengan selang waktu satu bulan saat anak berusia di bawah 4 bulan.

Imunisasi HBV3 diberikan pada usia 6-18 bulan dan HBV 4 diberikan di usia 10 tahun. Bila bayi lahir dari ibu dengan hepatitis, maka vaksin HBV disuntikkan dalam waktu 12 jam setelah lahir.

Imunisasi MMR

Vaksin MMR adalah vaksin three in one yang melindungi anak terhadap campak, gondongan, dan campak Jerman. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler, dan mata berair. Gondongan bisa menyebabkan demam, sakit kepala, dan pembengkakan pada kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Sedangkan Campak Jerman (rubela) menyebabkan demam ringan, ruam kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening leher, pembengkakan otak atau gangguan perdarahan.

Imunisasi diberikan dengan disuntikkan sebanyak dua kali. Suntikan pertama diberikan di rentang usia 12–18 bulan. Suntikan pertama mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup yang adekuat. Karena itu, suntikan kedua diberikan saat anak bersia 4–6 tahun atau pada saat anak berumur 11–13 tahun.

Imunisasi Hepatitis A

Virus Hepatitis A masuk ke dalam tubuh dan menyerang hati. Penyakit ini sabgat menular. Untuk mencegahnya, diberikan imunisasi yang dimulai pada usia 2 tahun. Setelah suntikan pertama, enam bulan berikutnya diberikan suntikan penguat (booster).

Imunisasi Varisella (Cacar Air) Penyakit cacar air yangdisebabkan oleh virus varicella Zoster. Imunisasi varisella berfungsi memberikan perlindungan terhadapa cacar air. Suntikan diberikan pada anak di usia 10-12 tahun dan belum pernah menderita cacar air. Suntikan varisella sebelum berumur 13 tahun hanya memerlukan satu dosis vaksin.

Vaksinasi Tifoid

Demam Tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonela thypi. Kuman menyebar ke seluruh organ dari lambung. Penderita penyakit ini akan mengalami gejala macam demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, nafsu makan berkurang, mual, muntah, serta diare. Vaksin typhoid diberikan pada anak usia 2 tahun.(sna)

Baca Juga