Beranda Pendidikan

Merancang Bogor sebagai e Garden City (3)

TIDAK banyak yang mengetahui, termasuk saya sendiri, ternyata kota BOGOR memang sejak awalnya didisain sebagai THE GARDEN CITY!. Kenapa ya tiba-tiba saya bermimpi untuk merancang kota Bogor sebagai The Garden City, hal ini tentu menjadi semakin menarik. Sesungguhnya memang sejak disain awalnya demikian!. Tidak ada yang kebetulan didunia ini, semua merupakan rangkaian kejadian yang diatur oleh yang maha pencipta. Tidak dapat kita pungkiri bahwa Kota Bogor memang merupakan salah satu kota bernuansa colonial, dengan tata ruang sesuai dengan Konsep the Garden City sebagaimana yang disampaikan oleh Ebenezer Howard pada tahun 1898 itu.

Selain dari tata letak, lay out, dan berbagai bentuk serta penamaan Kota Bogor sebagai Buiten zorg, menunjukkan ciri-ciri Kota Bogor, bahwa memang benar sejak awalnya didisain sebagai Kota Taman atau The Garden City. Lihatlah misalnya keberadaan Istana Bogor, Kebun Raya dengan bangunan2 sekitarnya, seperti bangunan Pemerintahan, Perkantoran, Perhotelan, Museum dlsb. Disamping banyak ciri-ciri tersebut, yang juga nampak tertata secara beraturan. Keberadaan fasilitas transportasi dengan jalur Kereta api yang menghubungkan Bogor dengan Jakarta dan kota-kota lain disekitarnya, banyaknya pepohonan besar-besar menunjukkan sebuah peninggalan masa lalu dengan jalur hijau sebagai kota yang memang dipersiapkan secara khusus. Sebuah warisan yang seharusnya kita jaga dan rawat sebaik-baiknya.

Kejutan lainnya yang saya dapatkan, rupanya Konsep untuk melestarikan kembali Bogor sebagai Garden City pernah diteliti oleh seorang mahasiswa Pasca Sarjana IPB pada tahun 2009, inipun bukan sebuah kebetulan, pagi ini saya memang tengah mencari melalui Google search engine, apa saja yang sudah pernah ada atau tertulis tentang Garden City yang saya imbuhi dengan kata Bogor, berharap tulisan saya di Radar dan ulasan di Pojok Satu akan muncul pada halaman pertama.
Namun, saya sangat amat dikejutkan dengan muncul nya sebuah hasil penelitian, pada halaman pertama! Yakni penelitian dari Wulan Sarilestari, berjudul: Preservation Plan of Bogor Old City (Buitenzorg) Garden City Concept, West Java. Dengan bimbingan dari Bapak Andi Gunawan and Ibu Siti Nurisjah. Sayangnya hasil penelitian ini tinggal sebagai hasil temuan akademis yang mungkin tidak pernah di share di public. Sungguh sangat amat disayangkan. Inilah salah satu kekayaan atau Asset kita yang terpendam dibanyak perpustakaan atau file akademisi di seluruh Indonesia.
Andaikan pada tahun itu juga dilakukan diskusi yang massive diiringi oleh sebuah gerakan mengembalikan Bogor pada konsep awalnya, yang memang didisain sebagai The Garden City, oleh para pendirinya. Apabila hasil peneilitan tersebut ditindak lanjuti dengan perencanaan langkah-langkah nyata, tentu saat ini Bogor sudah menjadi The Garden City kembali seperti yang kita idam2 kan.

Tetapi, tentu saja tidak ada kata terlambat. Kalau bukan saat ini kapan lagi? Mari bersama- sama kita mewujudkannya. Saya sangat berharap baik Ibu Wulan Sarilestari, maupun Bapak Andi Gunawan dan Ibu Siti Nurisjah membaca tulisan ini , berkenan bergabung bersama dalam Gerakan Bogor Garden City Community Movement (BGC2M). Tentu judulnya bukan lagi MERANCANG, tetapi MELESTARIKAN BOGOR sebagai THE GARDEN CITY.

Untuk dapat memahami hasil penelitian tersebut, baiknya saya tuangkan ringkasannya disini. Untuk etisnya, Saya sudah coba menghubungi ibu Wulan, karena profilenya saya temukan di Facebook. Namun, meski belum mendapatkan jawaban, mungkin karena kesibukan beliau. saya yakin beliau tidak keberatan apabila hasil penelitiannya yang berharga tersebut saya ringkas disini untuk sebuah gagasan yang berkesinambungan (Sustainable).

Tujuan dari penelitian Ibu Wulan Adalah: untuk mengetahui batas dan kualitas ruang konsep Garden City pada Kota Bogor Lama (Buitenzorg), serta membuat rekomendasi tindakan pelestarian terhadap perubahan kualitas ruang tersebut.
Sedangkan tujuan khusus penelitian ini, yaitu:

1. Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk Buitenzorg yang berkonsep Garden City.
2. Mengidentifikasi dan menganalisis bentuk fisik Garden City saat ini.
3. Mengevaluasi perubahan konsep Garden City Buitenzorg.
4. Merencanakan rekomendasi pelestarian konsep Garden City Buitenzorg.

Ini sungguh sangat luar biasa, sebuah ulasan akademis yang pernah dilakukan tentu akan sangat bermanfaat untuk gerakan melestarikan kembali Bogor sebagai The Garden City, meskipun penelitian telah berlangsung cukup lama, namun hasil penelitian dan ulasan akademis akan sangat membantu memberikan pijakan pada kita, tentu dengan melihat dan memperhatikan kondisi kekinian yang kita miliki saat ini.

Adapun Metode penelitian yang dilakukan merupakan gabungan metode yang menurut saya sangat valid dan cukup komprehensif digunakan sebagai dasar pijakan. Semoga bersama BGC2M akan mampu melakkan up dating data atas hasil penelitian tersebut.

Penelitian ini dilaksanakan di bagian Kota Bogor Lama (Buitenzorg), yang merupakan salah satu kota yang berada dibawah wilayah administratif Kota Bogor Propinsi Jawa Barat dan secara geografis terletak pada 106°43’30”BT- 106°51’00”BT dan 30’30”LS-6°41’00”LS

Suatu hal yang perlu kita ketahui bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi fisik Kota Bogor saat itu cenderung masih mengadopsi konsep Garden City. Mengacu pada aspek orisinalitas, keunikan, karakter visual dan kualitas visual, Konsep The Garden City terutama di pusat kota (zona 1) terasa masih kuat dan semakin lemah ke luar wilayah. Yang sangat menarik ternyata berdasarkan temuan penelitian, masyarakat atau Warga Bogor menyadari dan berkeinginan untuk mendukung rencana pelestraian Bogor kota Taman (The Garden City).

Rekomendasi yang diberikan sangat menunjang untuk langkah pelestarian kembali Kota Bogor, dengan konsep Buitenzorg Garden City, yang dilakukan dengan: (1) pelestarian pada zona I, II, dan III; (2) konservasi zona IV; dan (3) rehabilitasi di zona V.

Sungguh saya merasa semakin bersemangat setelah selesai membaca hasil penelitian ini, sekaligus berharap dapat melakukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan gambaran kekinian, apakah langkah2 rekomendasi yang disarankan masih tetap valid untuk dilaksanakan.

Namun, Buitenzorg (Kota Bogor Lama Masa Pemerintahan Belanda) yang dulu dikembangkan dengan mengadopsi konsep Garden City, merupakan konsep awal terbentuknya Buitenzorg sudah diabaikan. Hal ini bukan hanya akibat kebijakan pemerintahan kota yang lebih berorientasi pada nilai ekonomi dibandingkan dengan potensi budaya dan sejarah kota yang seharusnya menjadi identitas dan kebanggaan Kota Bogor. Namun, juga karena abai nya kita semua, masyarakat kota Bogor yang kurang dan atau tidak perduli, arah kebijakan dan pertumbuhan Kota Bogor, seolah larut dalam arus pertumbuhan kota yang samkin luas, semakin padat dan semakin pengab karena semakin sedikitnya ruang-ruang hijau yang tertata sebagai paru-paru kota. Semakin padatnya arus lalu lintas, dengan jumlah jalan serta perluasananya belum cukup berimbang. Sehingga timbul permasalahan-permasalahan sosial dan masalah lingkungan yang semakin jauh dari konsep awal.

Pembangunan kota saat ini, dapat kita rasakan tidak lagi mengacu pada konsep Garden City, telah semakin berkurangnya nilai atau kualitas ruang, elemen, dan struktur pembentuk Garden City, serta masyarakat Kota Bogor yang tidak mengetahui atau tidak peduli terhadap konsep Garden City.

Untuk itu, kembali saya menghimbau, mari bersama bergabung dalam gerakan MELESTARIKAN Kota Bogor sebagai the Garden City, bersama-sama kita bisa mewujudkan cita-cita ini! Kirimkan kesediaan dan bentuk dukungan Anda kepada BGC2M, melalui Email saya [email protected]; atau WA: +62- 87889871653. Atau datang langsung ke sekertarian BGC2M. Mari bersama mewujudkan Pelestarian Bogor sebagai The Garden City. (Penulis adalah pengusaha dan konsultan bidang Penelitian, Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat serta CSR).

Baca Juga