Beranda Metropolis

Tiga Tahun BPJS, Antrean Masih Jadi PR

BERBAGI
RESMI DIBUKA: Para pengurus Koperasi Syariah 212 berfoto bersama dengan pembina dan pengurus Toko 212Mart di sela-sela launching 212Mart, di Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Yasmin Sektor VI, Bogor, Rabu (10/5).

BOGOR–BPJS Kesehatan memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Dalam perjalanannya, tak sedikit pro kontra disertai keluhan dari pengguna asuransi kesehatan pelat merah tersebut. Umumnya, permasalahan yang masih dikeluhkan peserta yakni di fasilitas kesehatan (faskes). Direktur BPJS Kesehatan Cabang Utama Kota Bogor Mahat Kusumadi mengatakan, selama ini,

BPJS Kesehatan menampung keluhan dari masyarakat. Pertama, soal peserta JKN yakni terkait antrean pelayanan di faskes yang lama dan panjang. “Banyak peserta yang harus datang dari subuh hanya untuk mendaftar. Di RSUD Kota Bogor, keluhan ini sudah ada solusinya,” kata Mahat.

Solusinya, sambung Mahat, pihak RSUD membuka pelayanan poliklinik spesialis hingga pukul 10 malam dengan dua kali pendaftaran, saat pagi dan siang. “Jadi, pasien tidak perlu antre dari pagi. Selain itu, untuk pendaftaran pasien kontrol cukup via SMS saja. Berbeda dengan RS PMI yang sedang mengembangkan pendaftaran berbasis aplikasi. Harapan kami, dengan inovasi- inovasi ini warga tidak lagi harus menunggu lama,” ujarnya.

Mahat menuturkan, keluhan terkait informasi ketersedian kamar pun turut menjadi perhatian BPJS Kesehatan. Pihaknya kini meminta seluruh RS di Kota Bogor yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk menyinkronkan ketersedian kamar di RS langsung ke website BPJS.

“Sehingga tranparansi terkait ketersedian kamar bisa dilihat pasien secara online. Saat ini, dari 15 RS di Kota Bogor, baru empat RS yang sistemnya sudah terintegrasi di website. RSUD Kota Bogor, RS Islam, RS Ummi, dan RS Melania. Sementara sisanya masih dalam proses pembuatan sistem informasinya karena membutuhkan ahli IT,” jelasnya.

Dikatakannya, di semua RS sudah ada dashboard ketersediaan kamar, meski tetap saja pasien harus datang ke RS. Inginnya, semuanya sudah berbasis online supaya dari rumah bisa lihat ada kamar kosong di kelas berapa. “Kemudian masalah pendaftaran peserta BPJS Kesehatan, warga tidak perlu lagi ke kantor. Karena BPJS Kesehatan memberikan kemudahan bagi masyarakat dengan membuka pelayanan di Mall Lippo Keboen Raya dan Lippo Ekalokasari,” tuturnya.

Di sana, kata dia, sudah ada petugas yang berjaga sesuai dengan jam buka mal. Selain itu, peserta juga bisa mendaftar cukup dengan menelpon saja, dan jika kartunya sudah jadi akan langsung dikirim ke rumah. “Kalau untuk warga Kecamatan Bogor Selatan bisa langsung daftar di wilayahnya, kami sudah menyiapkan petugas juga,” jelasnya.

Di sisi lain, kata Mahat, tunggakan dari peserta JKN di Kota Bogor mencapai 80 ribu orang dengan total mencapai Rp50 miliar. Menyiasati hal tersebut, BPJS Kesehatan akan mengirimkan kader JKN ke warga untuk menyosialisasikan program BPJS dan mengantar surat tagihan. Jadi, peserta yang menunggak surat tagihannya langsung diantar ke rumah. “Dari kader JKN juga akan diketahui, jika memang peserta itu tidak mampu akan diarahkan menjadi penerima bantuan iuran (PBI) JKN yang ditanggung pemerintah daerah,” tandasnya. (wil/c)

Baca Juga