Beranda Berita Utama

Kiprah Rumah Sakit Bogor Medical Center (BMC) di Kota Bogor (3-Habis) Mengikuti Perkembangan Iptek, Utamakan Keselamatan Pasien

Selama 13 tahun berkiprah di Kota Bogor, Rumah Sakit Bogor Medical Center (RS BMC) yang berlokasi di Jalan Pajajaran Indah V No 97 Bogor, Telp: (0251) 8307900, terus berusaha memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan visi misi rumah sakit. Yakni, memberikan pelayanan terbaik dan komprehensif dengan pelayanan unggulan mengikuti ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kedokteran terkini.

DIREKTUR Utama RS BMC DR dr Hendro Darmawan, MSc, SpJP, FIHA mengatakan konsekuensi dengan visi terkait investasi. Dari investasi itu, RS BMC akan mengembangkan pelayanan menggunakan peralatan kese hatan yang sesuai dengan perkembangan iptek kedokteran terkini.

”Bisa saja sekarang canggih tetapi lima tahun lagi sudah ketinggalan. Bedanya dengan di luar negeri , kalau di luar negeri, peralatan kesehatan di rumah sakit di“update” terus. Kami di RS BMC juga “meng- update” peralatan kesehatan secara berkala,” ujar Hendro kepada Radar Bogor.
Beragam teknologi kedokteran sudah diterapkan di RS BMC. Misalnya, teknologi diagnostik yang memberi hasil lebih akurat, teknologi pengobatan untuk hasil lebih cepat dengan risiko yang rendah, tetapi biaya tidak terlalu mahal. ”Contohnya, dulu sebelum ada Cath Lab (ruang kateterisasi jantung), pasien dengan penyempitan pembuluh darah jantung pada satu lokasi saja sudah harus langsung operasi.
Sedangkan operasi jauh lebih mahal, hari rawatnya juga lebih lama dan masa recovery (pemulihannya) 7–10 hari. Sekarang dengan Cath Lab, pagi dikerjakan kateterisasi jantung, sorenya pasien bisa pulang,” jelas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah tersebut.

Meski di awal-awal terasa biaya investasi mahal, tetapi karena banyak yang menggunakan, menurut Hendro, biaya Cath Lab dapat menjadi lebih murah. Selain itu, untuk biaya pemasangan ring dengan ring yang tak menggunakan obat juga bisa lebih murah lagi.

Pada prinsipnya, di RS BMC, sambung Hendro, selalu mengutamakan keselamatan pasien. Mengenai biaya pelayanan di RS BMC, selain melalui pembayaran tunai pasien dapat menggunakan asuransi kesehatan, jaminan perusahan yang telah berkerja sama serta BPJS Kesehatan.

Hendro juga menjelaskan, “Investasi yang dilakukan RS BMC adalah jangka panjang dan ingin membuat suasana rumah sakit yang nyaman untuk pasien dengan pelayanan yang lengkap, sehingga menjadi “one stop shopping” rumah sakit untuk masyarakat dan tidak harus ke Jakarta untuk melakukan pengobatan.

Terlebih, RS BMC sudah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan jantung sehingga masyarakat bisa langsung saja ke poliklinik spesialis jantung RS BMC. Dan untuk penanganan kasus jantung emergency, tim Cath Lab RS BMC siap melayani 24 jam. ”Tidak semua kasus harus dikirim ke Jakarta. Kecuali kasus sulit, baru kami rujuk,” paparnya.

Selain Cath Lab, pelayanan di RS BMC telah dilengkapi dengan endoskopi saluran cerna dan hati dengan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastro enterologi hepatologi. Pelayanan hemodialisa atau cuci darah untuk penanganan penyakit ginjal kronik, dan endoskopi THT untuk meningkatkan kualitas pemeriksaan diagnostik dan pengobatan di Poliklinik THT. Juga, bedah teropong (laparoskopi) dengan minimal luka operasi sehingga pemulihan pascaoperasi lebih cepat. Metode laparoskopi ini untuk operasi usus buntu, hernia, dan lain-lain. Serta untuk meningkatkan kenyamanan pasien dan pengunjung RS BMC telah menambah lahan untuk sarana parkir.

Sementara itu, di usianya ke 13 tahun RS BMC selalu berkomitmen meningkatkan pelayanannya untuk masyarakat. (wil/ADV)

Baca Juga