Beranda Bogor Raya Barat Utara

Kadisdik: Laporan Bisa Lewat Surel

TENJO– Atap roboh di satu ruang kelas di SMPN Satu Atap 1 Tenjo beberapa waktu lalu, mendapatkan respons dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. Kepala Disdik Kabupaten Bogor TB Luthfie Syam mengatakan, akan memperbaiki bangunan tersebut karena kondisinya sudah terlalu tua.
”Mudah-mudahan pada perubahan anggaran 2017 masih ada sisa, yang bisa digunakan untuk memperbaiki,” ujarnya kepada Radar Bogor.

Mantan Kasatpol PP Kabupaten Bogor ini menambahkan, secara
keseluruhan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tersebut tidak terganggu. Sebab, kerusakan hanya menimpa satu ruang kelas.
”Perubahan anggaran itu kan baru bisa selesai Oktober. Jadi, kemungkinan (renovasi) November. Mudah-mudahan di akhir tahun ini semuanya selesai,” terangnya.

Terkait kendala dalam melaporkan kerusakan, menurut Luthfie, pihak sekolah tak perlu datang ke kantor disdik. Bisa melalui surat elektronik (surel) apa saja yang jadi permasalahan. Apalagi, pemerintah pusat sedang menyosialisasikan sistem e-government. Sehingga semua urusan bisa melalui teknologi, bahkan hingga bantuan operasional sekolah (BOS) juga. ”Surel juga tidak harus pakai alamat disdik meski ada. Pakai punya pribadi juga tidak apa-apa. Yang penting kami dapat informasi awal, jangan sampai kirim ke orang lain dan berakhir sia-sia,” bebernya

Sebetulnya, tambah Luthfie,
laporan tersebut sebagai bentuk pemberitahuan informasi untuk diverifikasi. Oleh karena itu, yang mengirimkan harus memiliki tanggung jawab, yaitu kepala sekolah. Jika laporan tersebut benar adanya, kemudian penyebab kerusakan disebutkan pula, maka disdik akan mengirimkan tim ke lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengecekan. ”Karena laporan dari kepala sekolah itu bukan sebagai dasar kita untuk menghitung biaya untuk melakukan rehabilitasi,” tukasnya.

Sebelumnya, Kepala SMPN Satu Atap 1 Mamay mengaku belum memberikan laporan secara tertulis karena jarak tempuh dari Kecamatan Tenjo menuju Disdik Kabupaten Bogor di Cibinong sangat jauh. Sehingga memakan waktu perjalanan yang tidak sebentar.

Ia pun mengaku bukan tak ingin menyuruh stafnya untuk mengirimkan laporan ke Disdik Kabupaten Bogor. ”Saya mah takut dikira songong (kurang ajar, red) kalau seperti itu,” pungkasnya. (cr4/c)

Baca Juga