Beranda Metropolis

Bima ke Amrik, Usmar Umrah

BERBAGI

BOGOR–Entah kompak atau minim koordinasi. Sudah tiga hari ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berjalan tanpa adanya kepala daerah. Wali Kota Bogor Bima Arya dan wakilnya Usmar

Hariman sama-sama terbang ke luar negeri. Bedanya, Bima mengha- diri undangan Forum Smart Cities Week Silicon Valley di Kota Santa Clara, San Fransisco, Amerika Serikat. Sedangkan, Usmar berangkat umrah ke tanah suci Makkah.

Kepergian keduanya pun mendapat sorotan dari DPRD Kota Bogor. Pasalnya, masih banyak masalah yang mendesak harus diselesaikan. Salah satunya adalah kejelasan nasib 145 pegawai Perusahaan Daerah Jasa Transportasi (PDJT) yang belum digaji hingga empat bulan. Anggota Komisi B DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, sangat menyayangkan kepergian wali kota dan wakilnya yang secara bersamaan. Padahal, menurutnya, ada suatu hal yang perlu diselesaikan segera oleh Pemkot Bogor. “Untuk menjaga kondusivitas wilayah dan pelayanan terhadap masyarakat, seyogianya diatur jadwalnya bergantian. Ketika wali kota keluar, ada wakil. Jangan sampai kosong,” jelasnya kepada Radar Bogor kemarin (9/5).

Menurut pria yang akrab disapa Kiwong ini, meskipun kepergian Bima Arya ke negeri Paman Sam untuk menunaikan tugas, seharusnya bisa me- nyelesaikan dulu permasalahan nasib 145 pegawai PDJT. Dia menilai permasalahan tersebut lebih darurat daripada pembahasan smart city yang kini sedang dipelajari Bima Arya di California.

“Harusnya jangan meninggal- kan PR yang ada di Kota Bogor. PR itu harus diselesaikan. Di kita kan masih banyak masalah, PDJT salah satunya, terus transportasi terkait rerouting. Itu kan pilihan, harusnya wali kota lebih mengedepankan tugas di wilayah ketimbang keluar, yang output input-nya juga belum jelas,” papar Kiwong.

Kondisi ini juga diperparah dengan kepergian Ketua DPRD Kota Bogor Untung Maryono ke Lombok. Akibatnya, sidang paripurna yang dijadwalkan kemarin (9/5), ditunda hingga hari ini (10/5). Sekretaris DPRD Kota Bogor, Dwi Roman Pujo mengatakan, penundaan sidang paripurna karena data-data pembahasan dalam sidang paripurna belum selesai. Hasil rekapan sidang, menurut Pujo, baru selesai pagi ini (10/5). “Kami agendakan lagi Rabu pukul 15.00, sambil merekap hasil pokok pikir (pokir) yang belum selesai. Apalagi, pak Untung juga baru sampai di Bogor malam ini (kemarin, red),” tandasnya.

Sebelumnya, Bima Arya mengatakan, ada dua hal penting tentang kehadirannya di forum Smart Cities Week Silicon Valley ini. “Ini adalah bagian penting untuk belajar dan meng-upgrade pengetahuan dan kemampuan kita yang ada di Kota Bogor untuk menguatkan salah satu identitas kota sebagai kota cerdas,” ujarnya.

Sebagai tempat di mana begitu banyak lahir penemuan teknologi, Silicon Valley, kata Bima, adalah tempat belajar terbaik bagi Kota Bogor tentang pengembangan kota cerdas. Menurut dia, pengembangan kota cerdas yang selama ini terus dikembangkan di Kota Bogor bukan soal gengsi.

“Ini adalah bagian penting untuk terus mempermudah layanan kepada warga. Seperti penerimaan siswa baru melalui PPDB online, perizinan online, pengaduan online, sampai pembayaran pajak secara online. Semuanya bermuara pada satu hal, yakni kemudahan akses warga terhadap layanan yang dimiliki pemerintah Kota Bogor,” katanya.(cr3/c)

Komentar Anda

Baca Juga