Beranda Metropolis

Dorong Donor Darah Jadi Kebiasaan

BERBAGI
DIRESMIKAN: Ketua PMI Kota Bogor Edgar Suratman meresmikan Musala Baiturrahman kemarin.

BOGOR–Setiap 8 Mei diperingati sebagai Hari Palang Merah sedunia. Tanggal tersebut merupakan lahirnya pendiri Palang Merah Internasional, Henry Dunant. Tak mau ketinggalan, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bogor turut memeriahkannya kemarin (8/5). Ketua PMI Kota Bogor, Edgar

Suratman mengatakan, HUT PMI menjadi momentum agar bisa dimanfaatkan bersama semua komponen untuk bersinergi, mengevaluasi, juga meningkatkan kapasitas dan kualitas sesuai dengan yang diamanatkan PMI Pusat. “Alhamdulillah, dalam kesempatan ini sekaligus dilakukan peresmian Musala Baiturrahman,” jelasnya.

Dia berharap PMI Kota Bogor mampu menunjukkan profesionalisme, integritas, dan inovasinya dalam mengem- bangkan PMI. Diyakininya, jika semua itu dilakukan, maka dari waktu ke waktu PMI bisa benar- benar maksimal dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. “Baik itu soal donor darah, penanganan bencana, maupun sosialisasi PMI kaitannya dengan fungsi kemanusiaan,” imbuhnya.

Di sisi lain, soal ketersediaan stok darah menjelang puasa memang masih menjadi PR. Karena itu, pihaknya menjadikan anak muda sebagai target untuk menjadi pendonor. “Ke depan harus ada habit (kebiasaan) yang bisa dimulai. Kami juga mengupayakan meningkatkan mobil layanan ke mal dan tempat keramaian untuk mengantisipasi stok darah pada saat bulan puasa,” kata dia.

Diharapkan tidak lagi ada anggapan, selama bulan puasa masyarakat tidak bisa melakukan donor darah. Padahal, malam hari bisa donor. “Upaya meningkatkan mobil unit atau juga kita lakukan kerja sama lebih progresif lagi dengan potensi instansi kapasitas pendonor,” tuturnya.

Senada, Kepala UPT Bank Darah PMI Kota Bogor, Sri Pinantari Hanum menjelaskan, kondisi terkini ada sebagian lemari penyimpanan darah yang terisi. Meski tak sedikit yang kosong. Sebab, banyak darah yang keluar pascalibur panjang akhir pekan lalu.

“Sebelum puasa, kami mencoba meningkatkan kegiatan donor. Dari yang biasanya dua tim akan menjadi tiga tim,” ucapnya. Dua pekan setelah puasa biasanya, menurut Sri, terjadi krisis darah. Siklus ini juga terjadi 2–3 minggu menjelang Lebaran dan satu minggu setelah Lebaran. “Karena itu, mau tidak mau kita menggunakan donor darah pengganti,” tandasnya.(wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga