Beranda Metropolis

Bapenda Tebar Keringanan Pajak dengan Pekan PBB

BERBAGI
MUDAH: Bapenda membuka gerai pembayaran PBB di Balaikota Bogor, kemarin (3/5). IST

PEMKOT Bogor memiliki beberapa instrumen kebijakan, selain mendorong agar penerimaan pajak terus meningkat juga dipastikan pengelolaannya transparan. Ada keringanan pajak 100 persen bagi warga tidak mampu yang ketetapan pajaknya di bawah Rp100 ribu.

Hal ini disampaikan Wali Kota Bogor, Bima Arya, di sela-sela Pekan Panutan PBB P2 di Plaza Balaikota, kemarin (3/5). Pemkot kata dia, juga menyedikan sunset policy atau penghapusan sanksi administrasi bagi sejumlah wajib pajak. “Jadi, ada keringanan yang kami berikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), ada juga insentif dan penghargaan bagi para tokoh masyarakat dari LPM, RW dan RT yang aktif dalam pengelolaan PBB P2,” jelas Bima.

Dia berharap, Pekan Panutan PBB P2 ini, seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan pejabat yang berada di Balaikota dapat memberikan keteladanan. Sebab,mereka merupakan tokoh masyarakat yang memiliki posisi strategis dalam memberikan teladan dalam membayar pajak.

“Pekan Panutan PBB selama dua hari tahun sebelumnya mendapatkan Rp2,1 miliar, mudah-mudahan tahun ini meningkat. Diharapkan yang hadir dapat memberikan inspirasi bagi yang lainnya untuk membayar pajak tepat waktu,” kata Bima.

Pada kesempatan itu, suami Yane Ardian tersebut juga mengawali pembayaran PBB P2 dengan nominal Rp2.211.280, untuk tahun 2017. Jumlah tersebut ia bayarkan untuk satu-satunya rumah yang ia miliki. “Setiap tahun ditargetkan penerimaan pajak terus meningkat agar dapat dianggarkan untuk bidang kesehatan, pendidikan, pengen- tasan kemiskinan, penanggulangan bencana dan pembangunan di Kota Bogor,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bapenda Kota Bogor Daud Nedo Nedo Darenoh mengatakan, sasaran Pekan Panutan PBB P2 adalah aparat pemerintah yang mempunyai objek pajak PBB P2 di Kota Bogor, kemudian wajib pajak buku golongan lima, yakni ketetapan di atas Rp5 juta dan masyarakat umum.

“PBB P2 merupakan salah satu sektor pendapatan asli daerah (PAD) yang dapat membantu proses pembangunan di Kota Bogor. Pemkot Bogor tahun ini menargetkan dari PBB P2 sebesar Rp126 miliar,” singkatnya.(wil/c)

Komentar Anda

Baca Juga