Beranda Metropolis

Menantang dengan Lari 36 Jam Nonstop

BERBAGI
SIaP DIHELaT: Lari 200 kilometer keliling fasilitas pedestrian Kebun raya Bogor akan meramaikan Hari Jadi ke-200 Kebun raya Bogor. KELIK/ raDar Bogor

BOGOR–Hanya yang terlatih dan bernyali yang layak hadapi tantangan ini. Berlari keliling Kebun Raya
Bogor (KRB) hingga 200 km (K). Yang lebih berat lagi, lomba ini harus dilakukan dalam waktu 36 jam.
Namun, di situlah daya tarik event yang dikemas sebagai event wisata olahraga ini.

“Lomba ini akan berlangsung 20 hingga 21 Mei mendatang. Ultra Marathon 200 K baru pertama kali
dihelat di Kota Bogor,” ujar Race Director Ultra Marathon KRB 200K, Rudi Rochmansyah.

Diperkirakan ada lebih dari 1.000 pelari yang bergabung, dari dalam juga luar kota, bahkan
mancanegara. Semua treknya berpusat di dalam KRB juga pedestrian KRB. Menurut dia, ada lima
pilihan jarak yang bisa dipilih peserta, antara lain jarak 5 K, 10 K, 21 K, 50 K, 100 K hingga 200 K.
Khusus untuk kategori Ultra Marathon (50 K hingga 200 K) tidak semua peserta yang mendaftar lolos.

“Mereka harus lolos verifikasi panitia, dilihat dulu catatan waktu dan jarak lari dari lomba sejenis yang
pernah diikutinya,” bebernya.

Bagi peserta yang lolos di jarak 200 K, treknya adalah mengitari KRB sebanyak 24 putaran, kemudian
pedestrian KRB sebanyak 20 putaran. Kesemuanya harus diselesaikan selama 36 jam penuh, nantinya
peserta disediakan fasilitas untuk beristirahat.

“Selain penyediaan tim medis dan paramedis, panitia juga dibantu sponsor telah menyiapkan tempat-
tempat untuk beristirahat, khususnya bagi peserta 200 K. Termasuk para terapis jika ada peserta yang
kelelahan atau pegal- pegal,” ucapnya.

Tak berhenti di situ, masih ada event lari lainnya bertajuk Bogor Technoplast Run (BTR) 2017 yang akan
dihelat 7 Mei mendatang. Mengambil jarak tempuh 5 K, peserta akan mengawalinya dari Pusdikzi dan
finis di lokasi yang sama.

“Konsepnya fun run, sangat cocok bagi keluarga yang ingin melakukan lari bersama. Selain meningkatkan
gairah hidup sehat, ringan, juga menyenangkan. Jarak juga jadi pertimbangan, hanya 5 K, dianggap
cocok untuk diikuti seluruh anggota keluarga,” kata Vice Director Technoplast, Sulaiman Tjoa.

BTR rencananya akan diikuti lebih dari 1.000 peserta dengan berbagai kategori usia. Menjadi berbeda
dari event lari biasanya, sebab, lintasan lari akan dilengkapi dengan halang rintang di beberapa titik.
“Kami ingin membawa nuansa lari yang enggak gitu-gitu aja. Ada halang rintang yang dibuat sedemikian
rupa, semenarik mungkin, dan menjadi hal yang baru,” jelasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Bima Arya mengungkapkan, pemkot telah mencanangkan Bogor sebagai The City
of Runner. Fasilitas pedestrian di KRB dan Istana Bogor adalah salah satu wujud pemkot dalam
mendukung masyarakat bergaya hidup sehat.

“BTR ini adalah lari cantik, kategorinya mulai beginner, pelari serius, keluarga hingga anak muda. City of
Runner itu dijadikan sebagai lifestyle dan event sangat tergantung pada infrastruktur yang ada, menjadi
tren di Kota Bogor dan ke depan akan ditambah trek lainnya,” singkatnya. (wil/c)

Baca Juga