Beranda Berita Utama

Pemerintah Minta Pemudik Gantian

JAKARTA–Setelah memicu kontroversi, rencana pembatasan kendaraan bernomor pelat ganjil ge nap di ruas jalan tol saat mudik lebaran di putuskan batal diterapkan.

Pemerintah masih akan menggunakan cara pengalihan arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.

Ditemui usai rapat koordinasi tingkat menteri di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, waktu yang terlalu mepet menjadi salah satu pertimbangan utama. Dikhawatirkan, keterbatasan waktu sosialisasi ini justru bisa menimbulkan kegagalan.

”Sepertinya kita take it out itu. Pro kontranya kok deket sekali. Kalau gagal malah jadi masalah. Nanti ada penjelasannya beberapa hari lagi,” ujarnya singkat.

Meski begitu, Luhut berharap kebijakan ini bisa diaplikasikan saat mudik lebaran tahun depan. Dengan begitu, ada beberapa opsi untuk mengantisipasi kemacetan panjang saat momen mudik.

Untuk persiapan angkutan lebaran tahun 2017 sendiri, Luhut menyebut seluruh persiapan telah matang. Koordinasi antar kementerian/lembaga terus dilakukan. Dia optimistis, hajatan setahun sekali ini bisa berjalan dengan baik.

”Semuanya telah kami cek. Jalan-jalan yang dipakai untuk mudik juga sudah dicek, dirlantas sudah siapkan kontigensi- kontigensi bila ada hal-hal yang di luar rencana. Koordinasi sudah sangat siap,” tuturnya.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi turut membenarkan pembatalan kebijakan ganjil genap ini. Menurutnya, banyak pertimbangan yang masuk terkait wacana ganjil genap. Seperti, waktu pelaksanaan yang biasanya dilakukan dalam jangka lama sehingga komunikasi bisa maksimal.
”Kemungkinan besar kita tidak laksanakan. Ini takut nanti tiba- tiba orang tidak terkomunikasi dan tahunya satu rombongan masuk (tol dengan sistem ganjil genap, red). Kan kasihan juga. Tapi akan kami finalisasi akhir minggu ini,” tutur Budi.

Lalu, untuk mengantisipasi kemacetan panjang seperti arus mudik 2016 lalu, pemerintah bersama kepolisian akan fokus pada pengalihan arus. Kakorlantas Polri Brigjen Pol Royke Lumowa mengatakan, sudah ada pemetaan titik arus dan waktu pelaksanaan mudik. Dengan modal ini maka akan lebih mudah untuk mengatur arus kendaraan yang bergerak dari barat ke timur.

”Sudah ada titik-titiknya. Kami bagi ke dalam primer, sekunder, dan tersier. Primer seperti Cikampek, Cikopo dan Exit tol Pejagan. Kapan misalnya arus dibuang lurus ke tol fungsional atau dibuang ke tegal dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, Korlantas juga meminta agar pemerintah menyediakan aplikasi khusus yang bisa menentukan volume kendaraan yang lewat dan kapan waktu pengalihan. Sehingga, penanganan di lapangan bisa lebih cepat. Selama ini hanya mengandalkan panjang antrean di gerbang-gerbang tol saja.

Pada arus mudik tahun ini, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada tanggal 23–24 Juni. Adanya waktu libur yang lebih panjang, diharapkan volume kendaraan mudik bisa terbagi di dua hari tersebut. Untuk mengawal momen mudik ini, pihaknya akan menyiagakan 100 ribu personel.

”Karena tanggal 25 Juni itu Minggu, jadi kami perkirakan puncak mudik 23–24 Juni. Kami meng imbau untuk gantian mudik nya. Lumayan bisa mengurangi kepa datan di Pantura,” ungkap man tan Kapolda Papua Barat itu.

Di sisi lain, untuk mengurangi beban jalan, Kemenhub menginstruksikan adanya pembatasan kendaraan angkutan barang pada mudik lebaran nanti. Kendaraan angkutan barang untuk mengangkut barang galian dan kendaraan dengan sumbu lebih dari dua dilarang melintas mulai H-4 hingga H+4 Lebaran.

Aturan akan didetailkan melalui Peraturan Dirjen Perhubungan Darat. ”Tidak semua mobil barang dilarang melintas. Ada kendaraan angkutan barang tertentu yang diperbolehkan jalan,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhu JA Barata.

Untuk mendukung penyeleng- garaan angkutan lebaran, seluruh jembatan timbang di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, dan Pulau Bali juga akan ditutup sementara. Nantinya, seluruh jembatan timbang tersebut difungsikan sebagai tempat istirahat bagi para pengguna jalan selama angkutan lebaran. Yakni, mulai H-7 pukul 00.00 WIB sampai dengan H+7 pukul 24.00 WIB.

Selain urusan lalu lintas, tahun ini pemerintah juga berbenah soal arus informasi untuk para pemudik. Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyatakan, sedang menyiapkan aplikasi khusus yang bisa memandu pemudik untuk mengetahui posisi-posisi titik- titik penting. (mia)

Baca Juga