Beranda Berita Utama

Mempertegas Kutukan El Pupas

BERBAGI

MADRID–Derby Madrileno empat tahun beruntun meramaikan persaingan fase knockout di Liga Champions.

Dari empat kali dipertemukan dengan Real Madrid, tidak sekali pun Atletico Madrid mampu mendapatkan peruntungannya. Dari empat kali duel cuma sekali hasil imbang didapat Atletico. Sisanya? Kalah!

Nah, bagaimana dengan bentrok kelimanya di Liga Champions dalam leg pertama fase semifinal di Santiago Bernabeu, Madrid dini hari nanti WIB? (Siaran Langsung SCTV/ beIN Sport 1 jam 01.45 WIB). Sekali lagi gagal menang, maka akan mempertegaskan kutukan yang bernama El Pupas di Los Rojiblancos, julukan Atletico.

El Pupas berarti yang tersial. Itu julukan yang diberi Presiden Atletico Vicente Calderon pasca gagal juara pada final European Cup 1973–1974. Atletico belum mampu melepaskan diri dari kutukan El Pupas itu sampai sekarang, dan selalu terganjal di tangan Real. Musim lalu Los Blancos –julukan Real– mengalahkannya di final.

”Kami sangat antusias dengan peluang kami. Kami paham bahwa laga ini bakal berjalan sangat sulit, bukan hanya bagi kami, begitu juga bagi mereka,’’ ungkap gelandang Atletico Saul Niguez sebagaimana dilansir Associated Press. Atletico bermodal rekor tidak terkalahkan- nya di laga tandang dalam fase knockout musim ini.

Gabi dkk tidak terkalahkan dari dua laga fase knockout. Mengalahkan Bayer Leverkusen di Bay Arena, Leverkusen, 4-2 pada babak 16 Besar (22/2). Kemudian, pada perempat finalnya, ganti Leicester City yang ditahan imbang 1-1 di King Power, Leicester, 19 April. Tak hanya itu. Musim ini pun Atletico belum pernah kalah di Santiago Bernabeu.

Pada jornada 31 La Liga, Atletico menahan Real 1-1 di sana. Fakta menunjukkan, begitu Real gagal menuai kemenangan pada leg pertama semifinal Liga Champions di kandangnya, di leg kedua mereka bakal kesulitan untuk memenangi laga. Sebaliknya, menyerah dari Real pada leg pertama ini, maka leg kedua akan makin rumit.

Hanya, itu tak mudah. Meski punya modal sembilan cleansheet dari 13 laga sepanjang di Liga Champions musim ini, dan termasuk pertahanan terbaik bersama Juventus dengan bobol 4 gol, pertahanan Atletico diuji. Sebab, jelang laga ini, Atletico kehilangan pilar-pilar pertahanan, seperti Juanfran, Sirne Vrsaljko, dan yang terbaru Jose Gimenez. Ketiga pemain tersebut absen karena cedera. ”Kami akan mencari solusi untuk laga ini,’’ kata pelatih Atletico Diego Simeone.

AS melaporkan, kuartet pemain belakang Atletico kemungkinan terdiri dari Stefan Savic, Diego Godin, Lucas Hernandez, dan Filipe Luis. Catat, andai perkiraan kuartet lini bertahan itu benar, maka ini benar-benar jadi perombakan paling fresh. Dari laga fase knockout sebelumnya ini jadi kali pertama Godin-Lucas dipasangkan.

Begitu pula Godin yang digeser ke kanan, spot yang biasanya lebih sering ditempati oleh Juanfran atau Vrsaljko. Itulah yang bisa dimanfaatkan Sergio Ramos dkk untuk menegaskan El Pupas masih layak diberikan bagi Atletico. Di kandang sendiri, sejak fase grup lalu cuma sekali Real gagal menang di sana.

Apalagi, berbeda dengan Atletico, Real hanya kehilangan Gareth Bale yang belum pulih dari cedera betis pascalaga El Clasico melawan Barcelona, 24 April lalu. Bedanya, tanpa Bale, Real punya Isco yang mampu menjelma sebagai mesin gol anyar Real. Zinedine Zidane selaku entrenador Real sudah konfiden memberi kesempatan Isco jadi starter untuk ketiga kali di Liga Champions musim ini.

Isco masih nirgol di Liga Champions. Tetapi, statistik 12 kali kontribusi (gol atau assist) dari 12 laga Isco dimainkan sebagai starter Real selama Liga Champions bisa diharapkan akan kembali terjadi. Dari 12 kali kontribusi itu, tujuh di antaranya assist, dan sisanya gol. ”Saat ini, kami harap hasilnya tak akan beda dengan musim-musim sebelumnya (Real menang),’’ ungkap Isco kepada situs resmi klub.

Hal yang sama juga diungkapkan Zizou, sapaan akrab Zidane. Dalam konferensi pers di Madrid, tadi malam WIB, Zidane meminta pemainnya untuk membunuh peluang Atletico pada leg pertama ini. ”Kami harus mengasumsikan bahwa leg kedua itu tidak ada, dan bermain lebih bagus sejak menit pertama laga,’’ koar Zidane, dikutip Marca.

Zidane pun menyampingkan adanya prediksi bahwa Atletico yang akan menjadi kunci mitos tidak ada juara back to back di Liga Champions. ”Kami bukan favorit karena ini masih di babak semifinal dan kansnya 50-50. Anda tak bisa memperkirakan apa yang terjadi sebelumnya seperti apa yang sudah terjadi, telah terjadi,’’ tambahnya.(ren)

Baca Juga