Beranda Berita Utama

Tagih Janji Anies-Sandi

Sejumlah pihak kini mulai menagih janji Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada masa kampanye lalu. Di antaranya, pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional, sekelas Manchester United, sebagai kandang Persija Jakarta. Serta yang paling dinanti adalah penyediaan rumah murah dengan DP Rp0 di Ibu Kota.

[ihc-hide-content ihc_mb_type=”block” ihc_mb_who=”unreg” ihc_mb_template=”1″ ]

Pemilik Persija, Gede Widiade, kemarin menagih janji calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang memenangkan hitung cepat Pilgub DKI Jakarta tersebut. Gede mengingatkan, Sandi Uno berjanji membangun stadion olahraga, saat kampanye di Perintis Futsal, Cakung, Jakarta Timur (17/11/2016).
“Dia bilang, nantinya stadion itu bukan sekadar memiliki lapangan sepak bola. Di sana juga akan dibangun jalur atletik, joging, dan sebagainya,” kata Gede.

Ditanya soal janji itu, Sandi pun mengiyakan. “Insya Allah (stadion) itu sudah jadi janji kami. Amira (anak kedua Sandi) yang ingetin tadi pagi, ‘Pa jangan lupa janji di medsos’. Tapi, yang saya ingat cuma satu, bangun stadion. Amira suka banget sama sepak bola, waktu Euro ke sana nonton final. Jadi, salah satu janjiin,” kata Sandi di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/4).

Sandi mengatakan masih menunggu pelantikannya, usai masa pemerintahan gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berakhir untuk dapat merea­lisasikan hal tersebut.

“Pertama mesti disadari bahwa Ahok-Djarot masih jadi gubernur sampai Oktober. Tentunya sangat wajar bagi para netizen untuk menagih janji dan akan kami tunaikan,” katanya.

Pemenuhan janji lainnya, kata Sandi, merealisasikan program perumahan dengan uang muka atau down payment (DP) Rp0. Bersama Anies, ia akan menganggarkan Rp2,5-3 triliun pada tahun pertama kerja.

“Kalau dibagi lima tahun, tahun pertama target kita antara Rp2,5 sampai 3 triliun yang dibutuhkan. Ini yang harus dikomunikasikan dengan baik,” kata dia.

Sandi mengaku akan segera berkomunikasi dengan DPRD untuk membahas anggaran program tersebut. Ia juga sudah berdiskusi dengan berbagai pihak untuk segera merealisasikan programnya. “Tahun pertama kita melihat tentu setelah berbicara dengan DPRD sebagai pemegang anggaran, bahwa harapan kita bisa kurangi backlog (kekurangan pasokan rumah) lebih dari 300 ribu hunian yang dibutuhkan sebanyak 80 persen. Selalu kita andalkan komunikasi dan sekarang waktu sudah lebih longgar. Kami bisa duduk dengan dewan pakar untuk formulasikan apa yang diperlukan,” kata Sandi.

Dia juga mengaku telah mempersiapkan diri untuk membahas payung hukum dari program tersebut. Ia mengatakan telah menemukan referensi untuk membangun perumahan dengan DP Rp0. Kendati begitu, Sandi masih enggan menyebut lokasi pasti untuk rumah tersebut karena akan memancing spekulan tanah yang bisa menaikkan harga.

“Tempatnya sudah kami identifikasi, tapi tidak bisa kami rilis. Mohon maaf, karena banyak sekali spekulan yang akan bermain tanah. Kami sudah identifikasi, percayalah (rumah Rp350 juta), saya sudah pernah buat bisnis dari nol,” kata Sandi.

Selama masa kampanye, Anies-Sandi memang kerap menebar janji. Mulai reformasi birokrasi, pelayanan publik seperti kesehatan dan pendidikan, UMKM, transportasi publik, reklamasi, perumahan, hingga perencanaan tata ruang kota dan wilayah. Berikut di antaranya yang dirangkum Radar Bogor dari berbagai sumber.

Salah satu program yang akan dilakukan pasangan Anies-Sandi adalah pelayanan publik, khususnya kesehatan dan pendidikan. Di ranah pendidikan, Anies-Sandi akan menerapkan konsep Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus. Program ini diklaim memberikan manfaat lebih besar ketimbang program KJP yang dijalankan oleh Pemprov DKI saat ini.

Dengan KJP Plus ini, masyarakat tidak hanya akan mendapat bantuan nontunai tetapi juga bantuan berupa uang tunai.

Di sektor kesehatan, Anies-Sandi akan membuat program pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) keliling untuk warga DKI Jakarta. Langkah ini merupakan bagian dari penataan ulang fasilitas kesehatan di DKI Jakarta yang selama ini belum memperhatikan upaya pencegahan dan hanya berfokus pada penanggulangan.  “Akan ada petugas kesehatan yang berkeliling ke kampung-kampung,” kata Anies di Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Sabtu (8/4/2017).

Kemudian dalam bidang transportasi publik, Anies-Sandi berjanji akan mengintegrasikan transportasi bus dengan angkutan kota (angkot). Dalam acara debat Pilkada DKI Jakarta yang digelar Mata Najwa Eksklusif Babak Final Pilkada Jakarta, Senin (27/3/2017), Anies Baswedan berjanji akan menerapkan program Ok On Trip. “Kita membayangkan sistem trasportasi tersambung dari bus kecil, bus sedang, BRT, LRT, MRT sebagai core terintegrasi, tersambung dalam satu sistem,” kata Anies.

Program andalan dari pasangan Anies-Sandi ini adalah One Keca­matan One Center for Enter­preneurship (OK OCE). Program ini akan diluncurkan pada Desember 2017 mendatang.

Saat debat Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/2017), Sandi mengklaim bahwa program OK OCE yang digagasnya telah mencapai 12.000 peserta. Dengan adanya program OK OCE ini, produksi masyarakat bisa diangkat dengan jejaring pemasaran yang lebih baik ke depannya nanti. Sandi Uno mengharapkan, para peserta OK OCE dalam melaksanakan kegiatannya menggunakan teknologi digital dan targetnya 10 persen dari peserta OK OCE yang ada saat ini.

Program OK OCE ini juga dimodifikasi sesuai dengan permasalahan mulai dari OK On Trip untuk konsep transportasi ataupun OKE OCEMART untuk konsep toko-toko kelontong kecil, dan OK OCARE untuk masalah kesehatan. Isu reklamasi juga menjadi salah satu isu penting selama gelaran Pilkada DKI Jakarta. Dalam debat Pilkada DKI Jakarta putaran kedua yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (12/4/2017) malam, Anies menegaskan akan menolak reklamasi.

Anies mengatakan bahwa ada 13 ribu nelayan di Jakarta yang harus diperhatikan nasibnya. Anies menyatakan, pihaknya menolak reklamasi Teluk Jakarta. Menurut Anies, reklamasi akan memberikan dampak buruk, tidak hanya terhadap nasib nelayan, tapi juga pada lingkungan, termasuk potensi terjadinya banjir yang lebih parah jika reklamasi Teluk Jakarta tetap dilakukan. Anies juga berjanji akan menaikkan taraf kesejahteraan nelayan di Teluk Jakarta.

Anies juga menekankan bahwa wewenang dan tanggung jawab reklamasi ada di tangan Gubernur DKI Jakarta. Karena itu, kata Anies, saat ia terpilih menjadi Gubernur DKI, maka ia akan memanfaatkan otoritas yang dimilikinya untuk kepentingan rakyat banyak, bukan untuk sekelompok orang.
Anies juga berkomitmen untuk menindak tempat prostitusi yang ada di Ibu Kota. Berpegang kepada peraturan daerah (perda), Anies berjanji akan menutup tempat-tempat yang melanggar.

“Ya, komitmen kita melaksanakan perda. Jadi, semua pelanggaran akan kita tindak dan perda itulah yang akan menjadi pegangan,” ujar Anies saat ditanya soal komitmen menutup Hotel Alexis.

Anies menegaskan, semua tempat yang melanggar sesuai perda yang berlaku akan ditindak. Hal ini dilakukannya bukan hanya kepada salah satu tempat prostitusi yang sempat ramai dibicarakan saat debat pasangan calon gubernur di Pilgub DKI putaran pertama.

“Pokoknya semua pelanggaran. Jadi, bukan hanya satu. Kesannya cuma satu (Alexis). Nggak lah, semua yang melanggar. Jadi, kesannya kita mau menarget satu tempat (Alexis). Nggak, semua pelanggaran,” kata Anies.(ric/net)

[/ihc-hide-content]

Baca Juga