Beranda Olahraga Kickers

AS Monaco 3 vs 1 Borossia Dortmund

BERBAGI

MONACO–AS Monaco terus memperlihatkan performa spesial sebagai kuda hitam di Eropa. Mereka baru saja memastikan satu posisi di semifinal Liga Champions setelah kembali mengalahkan Borussia Dortmund pada leg kedua perempat final 3-1, Kamis (20/4) dini hari.

Hasil yang membuat Monaco menjadi satu-satunya tim nonunggulan yang mencapai titik ini setelah tiga tempat lainnya digapai oleh Real Madrid, Juventus, dan Atletico Madrid.

Tak ayal, mulai banyak yang menganggap Monaco bisa memberikan kejutan di Eropa musim ini bahkan menjadi juara. Pelatih Leonardo Jardim pun angkat bicara.

“Seluruh pemain bermain di level tertinggi dan saya sangat senang dengan performa mereka. Pada level ini Anda tak bisa melihat batasan dari para pemain,” ujarnya setelah laga.

“Kami mewakili Prancis. Prancis tak biasa mewakilkan tim hingga level semifinal seperti ini. Ada tiga tim lain dengan pengalaman segudang yang lolos semifinal. Kami akan menikmati momen yang ada dan bermain dengan kualitas,” tambah dia.

Meski begitu, Jardim sadar peluang Monaco adalah yang paling kecil jika dilihat dari kualitas skuat saat ini. “Kami bukan favorit. Tapi, kami punya ambisi besar untuk lolos ke final Liga Champions,” pungkas dia.

Terpisah, pelatih Borussia Dortmund, Thomas Tuchel, menganggap kekalahan timnya pada leg kedua perempat final dilatari lahirnya gol pembuka AS Monaco yang dicetak Kylian Mbappe. Di mata Tuchel, gol “beruntung” Mbappe yang telah membunuh keyakinan para pemain Dortmund.

Bermodal kekalahan 2-3 pada leg pertama di kandang sendiri, Dortmund mau tidak mau memang harus berani tampil menekan sejak awal laga. Terbukti, pada menit-menit awal, Marco Reus dan kawan-kawan langsung memberi terapi kejut dengan permainan agresif.

Namun, sebuah keteledoran kiper Roman Buerki dalam menepis bola tendangan Benjamin Mendy membuat Monaco mendapat hadiah gol. Mbappe ang berdiri bebas langsung menyambar bola muntah dan membawa tuan rumah unggul cepat saat laga baru berumur tiga menit.

“Kami memulai dengan baik dengan satu atau dua gerakan berbahaya dan kami menemukan beberapa ruang sebelum akhirnya kebobolan lewat gol yang tidak beruntung. (Gol) itu sedikit menghancurkan keyakinan kami. Setelanya, kami melakukan terlalu banyak kesalahan dalam passing dan positioning,” sesal Tuchel.

Benar saja, selepas gol Mbappe, Dortmund belum mampu bangkit. Gawang Buerki bahkan harus jebol pada menit ke-17 melalui bola hasil sundulan Radamel Falcao. Dortmund baru bisa membalas satu gol pada tiga menit memasuki babak kedua melalui sepakan Marco Reus. Namun selepasnya, kembali kecolongan gol valere Germain saat laga tersisa sembilan menit lagi.(jpg)

Komentar Anda